Tuesday, 15 October 2019

Turunkan Deman dan Tingkatkan Imun Si Kecil Dengan Dekap Kasih Sayang

Time flies so fast hal itulah yang aku rasakan saat ini. Tak terasa putri kecilku kini sudah berusia 2 tahun. Rasanya baru kemarin aku memakaikan kain bedong untuk menghangatkan tubuhnya yang masih mungil. Deana kini sudah mulai mengenal banyak hal. Tak jarang sebagai seorang ibu akupun ingin terus banyak belajar. Baik belajar dari putriku maupun mencari ilmu untuk menunjang pertumbuhannya.

“Bunda.... Oh bunda!” kata Deana sambil berlari ke dalam rumah.

Deana baru pulang jalan pagi menemani ayahnya hari itu. Aku keluar dari rumah dan langsung kupeluk dia yang masih memakai sandal. Bagiku Deana termasuk anak yang manis, anak yang selalu membalas dekapanku dengan hangat sambil berucap "I love you".

Dekapan adalah salah satu love language kami. Dengan memberikan dekapan positif yang penuh kasih, sistem imun si kecil dapat meningkat. Hormon oksitosin saat si Kecil mendapat dekapan akan meningkat, hal tersebut berpengaruh pada peningkatan sistem imun tubuh. Selain itu saat berdekapan plasma hormon tiroid akan menurun, sehingga akan mempercepat penyembuhan luka si Kecil.

Suatu sore setelah bermain sepeda seperti biasa, saya dekap Deana sesampainya di rumah. Menyemangatinya bahwa ia mulai mahir bersepeda lalu mendekapnya. Namun kali ini ada yang berbeda, suhu badan Deana lebih hangat dari biasanya. Benar saja, malamnya Deana demam. Saat diukur dengan thermometer suhunya sekitar 38°C lebih. Setelah itu aku putuskan untuk memeluk Deana untuk menurunkan demamnya. Metode menurunkan demam dengan mendekap anak disebut skin to skin contact.

Metode skin to skin contact ini dapat menurunkan demam anak dengan menyalurkan suhu tubuh anak yang panas ke suhu tubuh ayah atau ibu melalui dekapan. Namun untuk melakukannya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan saat melakukan skin to skin contact untuk menurunkan demam anak.

Langkah-langkah melakukan skin to skin contact:

1. Pastikan tidak ada baju, bra, atau kain yang menghalangi bagian depan badan ibu atau ayah.

2. Anak hanya memakai pospak atau clodi saat akan melakukan skin to skin.

3. Tempatkan anak di dada ibu atau ayah lalu dekap si anak. Pastikan kulit ayah atau ibu menempel dengan kulit si Kecil.

4. Tutupi si Kecil dengan selimut.

5. Rileks dan biarkan si Kecil beristirahat.

Dekapan bagi si Kecil juga sangat baik untuk proses penyembuhannya, menstabilkan denyut jantung, dan pernafasan serta memaksimalkan penyerapan oksigen bagi si Kecil.

Terima kasih sudah membaca. Semoga bermanfaat!

 

Bunda Tau Kamu Bisa Bantu Bunda, Nak!

Kalau pernah berarti Bunda punya harapan yang besar untuk si Kecil untuk hidup lebih mandiri, khususnya dalam situasi PSBB ini yang menjadi momen yang tepat.

Bunda, Kok Larang Aku Main Keluar Terus, sih?

Ya, memang efek new normal dan PSBB ini kan merubah aktivitas kesehariannya dia, terutama ketika mau main di luar. Tapi pasti Bunda agak bingung juga kan untuk menjawabnya? Ya bukan?