Friday, 04 May 2018

"Smart Mom and Dad di Era Gadget"

Halo Mom and Dad, apa kabar? Semoga baik-baik saja ya. Kali ini Caplang memberikan kesempatan kepada kita untuk membagikan tips dan sharing pengalaman  tentang "Anak dan Gadget". Saya langsung tertarik untuk ikutan berbagi, walaupun saya baru akan "sah"  menjadi the real mother di bulan Juni ini tapi saya mau membagikan pengalaman dan tips untuk kita semua. Semoga bermanfaat ya! Oke, kita mulai ya... siapa sih yang tidak tahu Gadget? dan siapa yang tidak punya Gadget? sudah dapat dipastikan bahwa kita semua memiliki gadget pribadi. Ya, benar sekali si kecil pintar ini (baca: HP) memang tidak bisa dipungkiri memiliki peran besar dalam kehidupan kita #jamannow. Nah!, lalu bagaimana dengan kita sebagai orangtua yang mungkin tidak bisa lepas dari gadget karena kebutuhan kerja/bisnis dan lainnya tetapi kita juga harus memberikan contoh kepada anak untuk tidak bergantung atau addicted dengan gadget?!.

        Gadget (apapun bentuknya) memang dibuat dengan daya tarik yang lebih dibandingkan "manusia", gadget di design dengan kemampuan lebih responsif dibandingkan dengan manusia. Saya akan berikan contoh: ketika kita bermain gadget (HP) tentu saja setiap kita menekan atau swipe layar akan terjadi perubahan, seperti bermain game ketika ditekan/di swipe maka langsung muncul respon gambar, atau kata-kata "good job" atau "excellent!". Bagaimana dengan manusia? manusia diciptakan tidak seresponsif itu, kita kadang perlu menunggu atau menunda ketika seseorang yang kita ajak bicara sedang melakukan sesuatu. Hal ini akan saya berikan gambaran : seorang anak ingin bercerita kepada ibunya, ia memanggil berulang kali dan ibunya sedang mengobrol dengan tetangga sehingga ibu berkata "tunggu dulu ya dek". Lalu anak menjadi tidak sabar dan tidak mau menunda keinginannya untuk bicara dengan ibu, kemudian ia menangis dan tantrum. Apakah terbayangkan?.

          Gadget memegang pengaruh yang besar terhadap perkembangan anak-anak kita, dimana anak yang seharusnya berinisiatif untuk memulai interaksi dengan orang lain "hai", atau "halo, apa kabar?" untuk memulai interaksi dengan orang lain. Saat ini anak-anak lebih senang bermain dengan gadgetnya dibandingkan dengan melakukan interaksi dua arah. hal ini dikarenakan dengan gadget mereka tidak perlu menunggu atau menunda-nunda untuk mendapatkan respon instant. Selain itu, jika anak terlalu banyak bermain gadget sejak usia dini selain terbatasnya kemampuan interaksi dua arah, tidak menutup kemungkinan mereka akan kurang mampu dalam melakukan kontak mata kepada orang lain. hal ini disebabkan anak terbiasa menatap pada satu arah (layar hp) sehingga mereka cenderung mengabaikan lingkungan disekitarnya. Hati-hati moms and dad hal ini juga berdampak pada kemampuan bicara anak, biasanya anak yang bermain gadget cenderung meng-copy atau membeo kata-kata dari youtube atau games, seperti : "good job!", "oh, no!" dan "ok!" tanpa mengerti maknanya.

               Sebagai orangtua jaman now, kita harus smart  dan mampu mengendalikan si smart phone yang mulai mengancam perkembangan anak-anak kita saat ini. Pertama, orangtua perlu membatasi diri dalam penggunaan gadget di rumah, misal sepulang kerja pukul 18.00-21.00 Mom and Dad menyimpan HP dan melakukan interaksi dengan si buah hati, seperti: bermain, bercerita, mengobrol, dan lain-lain. Setelah anak tidur, barulah mulai kembali menggunakan HP. Mom and Dad juga perlu bijak dan memberikan pengawasan kepada anak yang bermain gadget, misalnya: hari sabtu dan minggu saja untuk bermain gadget dalam durasi waktu 2 jam. Saat bermain gadget Mom and Dad ikut mendampingi anak sehingga tetap masih bisa melakukan interaksi dua arah. Nah, itulah yang mungkin akan saya lakukan bersama suami saya ketika anak saya lahir nanti semoga membantu ya!. Hidup mengikuti jaman memang perlu tapi..... ingat kita harus bisa mengatur dan bijak dalam mengikuti perkembangan jaman. Salam parents jaman now!

 

 

Bunda Tau Kamu Bisa Bantu Bunda, Nak!

Kalau pernah berarti Bunda punya harapan yang besar untuk si Kecil untuk hidup lebih mandiri, khususnya dalam situasi PSBB ini yang menjadi momen yang tepat.