Wednesday, 15 January 2020

Ku Mendekapmu Sejak Rahim Hingga Liangku

Anakku, jika diandaikan sejak kapan aku mencintaimu. Mungkin aku mencintaimu bahkan sejak
aku belum memilikimu. Aku mencintaimu dalam setiap nafas yang kupunya. Dan aku
mencintaimu selalu hingga bahkan nanti nafasku terhenti. Karena dirimu adalah teristimewaku.
Aku menjadi istimewa karenamu. Dan kau selalu istimewa bagiku.

Sejak engkau ada di rahimku. Dekap hangat untukmu tak henti kuluntahkan sepanjang waktu
yang kupunya. Hingga aku melahirkanmu, mendekapmu seutuhnya, menyusuimu walau aku
masih awam. Menggendongmu meski aku dalam keragu-raguan. Memandikanmu meski aku tak
begitu paham. Namun denganmu, aku belajar banyak hal. Aku belajar bahwa menjadi seorang
ibu adalah hal teristimewa dalam hidup ini.

Setiap pagi seusai memandikanmu, kuhangatkan tubuh mungilmu dengan Cap Lang yang selalu
kupercayakan. Saat udara terasa kurang bersahabat, kulakukan pun hal yang sama. Hingga
malam sebelum tidur, kuusapkan lagi kehangatan Cap Lang. Karena bagiku, hanya hangatnya
Cap Lang yang bisa menyerupai dekapanku, ibumu nak.

Dekap hangatku tak akan terhenti. Walau suatu saat kau akan beranjak dewasa. Namun yakinlah
untuk tetap mendekap ibumu yang mulai ronta ini. Percayalah, dekapan ibumu ini mampu
menenangkanmu dari hiruk pikuk keramaian metropolitan. Bahkan mampu menenangkanmu saat
masalah orang dewasa yang tak sadar berangsur kau temui. Dekapanku ini, sepanjang masa.
Sampai liang lahat menghampiriku nak.

Bunda Tau Kamu Bisa Bantu Bunda, Nak!

Kalau pernah berarti Bunda punya harapan yang besar untuk si Kecil untuk hidup lebih mandiri, khususnya dalam situasi PSBB ini yang menjadi momen yang tepat.