Friday, 13 December 2019

Kebiasaan Baru Keluargaku, Hari Baru Dimulai di Malam Hari, Bukan Pagi Hari

Ada satu kebiasaan baru di keluarga saya, yang dimulai sejak saya meyakini satu hal. Bahwa hari baru bukan dimulai dari pagi saat kita membuka mata untuk kali pertama, melainkan saat malam hari, saat kita berada di peraduan untuk terpejam beristirahat. 

Kenapa saya meyakini bahwa hari baru dimulai malam hari sebelum kita tidur? Karena disaat sebelum kita terpejam itulah, seharusnya kita sudah memikirkan dan merencanakan apa yang akan kita lakukan esok hari. Rencana positif yang membuat kita antusias segera beristirahat supaya bisa beraktifitas maksimal ketika bangun pagi. 

Dan hal itu saya terapkan kepada kedua putri saya. Rutinitas sebelum tidur kami, saya dan kedua putri saya pillow talk , sambil saya membalurkan minyak kayu putih Cap Lang di punggung, perut, dan dadanya, lalu mereka berdoa dan saya peluk dekap erat satu persatu. 

Kini, satu kebiasaan baru lagi yang saya tambahkan. Saya minta mereka ceritakan, apa yang hendak mereka lakukan seharian besok, membayangkan hal menggembirakan, dan aktifitas yang membuat mereka bersemangat begitu membuka mata untuk mulai beraktifitas lagi. 

Saat mereka mulai terlelap, saya juga ada satu kebiasaan baru, yakni memberi sugesti positif kepada mereka. Membisikkan kalimat positif, supaya alam bawah sadar mereka sudah merekam apa yang saya sampaikan. Bisa berupa harapan dan doa serta apa yang ingin kita tanamkan kepada anak. 

Baru sepekan ini saya lakukan, dan Alhamdulillah mendapatkan hasil yang sudah terlihat. Sejak saya katakan kepada anak-anak bahwa hari baru dimulai malam sebelum mereka terlelap, mereka jadi sudah belajar untuk memiliki jadwal aktifitas harian secara rutin. Walau masih harus saya bimbing dan ingatkan untuk bisa konsisten nantinya. 

Bunda Tau Kamu Bisa Bantu Bunda, Nak!

Kalau pernah berarti Bunda punya harapan yang besar untuk si Kecil untuk hidup lebih mandiri, khususnya dalam situasi PSBB ini yang menjadi momen yang tepat.