Wednesday, 15 January 2020

Dekap Hangat Ibu, Saluran Energi Cinta yang Tulus dan Tak Terbatas Sepanjang Masa

Menjadi ibu baru tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi saya, apalagi saya mengurus si Kecil bersama suami saya di tanah rantau Pulau Sulawesi, tak ada sanak keluarga maupun kerabat dekat. Hari demi hari, kisah demi kisah memberikan pelajaran dan kekuatan bagi menjalani peran sebagai seorang ibu. Menjadi seorang ibu itu tidak mudah, seorang ibu mau tidak mau harus bisa menjadi seorang sahabat, guru, juru masak, dokter, pendongeng, dan masih banyak peran lainnya dalam merawat dan mendidik si kecil. Lalu seketika saya teringat bagaimana hebatnya perjuangan ibu saya dahulu ketika merawat saya, tetapi saya jauh lebih ingat bagaimana dahulu ibu selalu mendekap saya dengan begitu hangatnya, ketika saya sakit, ketika saya bersedih dan menangis, bahkan ketika saya bahagia. Ada perasaan aman, nyaman serta kasih sayangnya yang tulus yang masih dapat saya rasakan sampai sekarang. Dekapannya selalu menjadi tempatku untuk pulang.


Sudah banyak penelitian yang menyebutkan manfaat dalam memberikan dekapan kepada anak. Dekapan sekian detik menimbulkan tingkat kenyamanan, kebahagiaan, dan ketenangan paling tinggi. Sentuhan yang menimbulkan kenyamanan membantu orangtua tak lagi mengandalkan verbal dalam mengasuh anaknya. Kenyamanan membantu anak mendengarkan instruksi, menyerap ilmu, dan tidak menolak interaksi dari orangtua dan lingkungannya dan hal ini akan menekan risiko berkata buruk, terpancing emosi, atau bertindak kasar yang kemudian disesali orang tua.

Itulah sebabnya saya selalu mendekap anak saya setiap hari, sesering mungkin dan dalam keadaan apapun. Teringat dahulu ketika anak saya berusia 3 bulan dan harus dioperasi minor karena tounge & lip tie level 4, saya terus mendekap anak selain memberikan ASI karena rasa sakit yang luar biasa yang anak saya rasakan dan ya, begitu dasyat dekapan hangat saya membuatnya nyaman dan cepat dalam pemulihannya.


Saya ingin anak saya merasakan rasa hangat dan nyamannya ketika didekap hangat oleh saya, ibunya. Sebelum anak saya menjadi milik dunia ini, sebelum anak saya pergi berkarya untuk menjadi orang yang bermanfaat di tengah dunia ini, sebelum tidak ada batas untuk mendekapnya dengan erat. Hingga suatu saat nanti anak saya tahu dan dapat merasakan bahwa dekapan saya adalah tempatnya untuk pulang.


Menjadi kebiasaan di keluarga saya untuk berdoa lalu mendekap dan mencium anak saya sebelum tidur. Tidak lupa saya membalurkan minyak kayu putih cap lang agar menambah hangatnya anak saya dalam tidurnya, apalagi di musim hujan seperti ini. Melihatnya tidur dengan nyenyak membuat hati saya damai, kedamaian yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Dekapan memberikan energi cinta yang tulus dan tak terbatas, tak hanya untuk buah hatiku tetapi juga untukku, saya merasakan cinta darinya, saya merasakan bahwa saya adalah dunia dan tempat ternyamannya. Kasih ibu sepanjang masa, dekapan hangatnya ada sepanjang masa.

Bunda Tau Kamu Bisa Bantu Bunda, Nak!

Kalau pernah berarti Bunda punya harapan yang besar untuk si Kecil untuk hidup lebih mandiri, khususnya dalam situasi PSBB ini yang menjadi momen yang tepat.

Bunda, Kok Larang Aku Main Keluar Terus, sih?

Ya, memang efek new normal dan PSBB ini kan merubah aktivitas kesehariannya dia, terutama ketika mau main di luar. Tapi pasti Bunda agak bingung juga kan untuk menjawabnya? Ya bukan?