Friday, 13 December 2019

Cinta dari Sebuah Dekapan

Dari dulu sampai sekarang, saya selalu percaya bahwa cinta harus ditunjukkan dengan sentuhan dan dekapan.

Saya ingat, 4 tahun yang lalu ketika Aluna baru lahir dan dirawat di Nicu pada salah satu Rumah Sakit di Jakarta Selatan. Saya meminta untuk menggendong Aluna yang sudah 7 hari dirawat disana. Alhamdulillah,diijinkan oleh suster yang bertugas saat itu. Bisa mendekap Aluna rasanya menakjubkan sekali, saya dekap Aluna.. erat sekali sambil terus berdoa dan sesekali mengajak Aluna ngobrol. Ajaibnya, setelah dekapan hari itu semua berubah. Aluna bisa pulang keesokkan hari nya, masya Allah.. saya bahagia sekali! Alhamdulillah.

Setelah kejadian tersebut, saya semakin yakin dengan keajaiban dekapan. Dalam situasi apapun, saya selalu memanfaatkan setiap kesempatan untuk bisa berdekatan dan mendekap anak anak. Saat ‘melepas’ mereka sekolah dan ketika berjumpa lagi dengan mereka saat pulang sekolah, sebelum tidur, membaca buku dan aktivitas lain yang dilakukan bersama. Bahkan anehnya, mereka tidak bisa tidur dengan pulas kalau saya tidak mendekap dan berdoa bersama sebelum tidur. Anak anak bahagia sekali kalau sudah berdekapan dengan bunda nya, kalau sudah begini mereka jadi lebih mudah diberikan instruksi dan gak cranky lagi.

Baru baru ini saya menyadari bahwa ketika berdekapan ini, bukan hanya anak-anak yang merasakan kenyaman berada dekat dengan bunda nya, saya pun merasakan kehangatan dan kenyaman yang luar biasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Dekapan dari mereka dapat melunturkan lelah dan marah. Ada perasaan “Everything will always be alright” ketika kami berdekapan. Apalagi kalau situasi nya lagi gak baik baik saja. Misalnya, beberapa kali saya merasa lelah sekali karena saat itu harus mengerjakan urusan rumah dan mengurus anak anak sendirian, ditambah lagi sedang PMS. Aluna saat itu berinisiatif untuk mijitin bunda nya, oles-oles kaki dan tangan bunda nya pakai Minyak Kayu Putih Cap Lang dan akhirnya kami berdekapan, masya Allah. Ini kemudian dilakukan lagi sebelum kami tidur. Saat berdekapan saya merasakan ada energi  positif yang muncul dan seketika perasaan lelah yang saya rasakan langsung meluap entah kemana.

Saya juga baru menyadari bahwa ketika menyusui Aluna dan Langit, ASI saya lumayan banyak karena selain pumping, saya juga menyusui langsung (direct breastfeeding). Saat menyusui langsung, saya dan baby berdekapan yang menyebabkan produksi hormon oksitosin meningkat. Hormon oksitosin atau hormon cinta ini lah yang berperan untuk merangsang produksi ASI.

Iya, saya menyadari bahwa sebuah dekapan mampu menjauhkan kekhawatiran dan bisa memenangkan senyuman pada akhirnya. Tidak hanya untuk anak anak akan tetapi untuk saya juga. Seperti chain reaction, anak anak dan seisi rumah akan bahagia kalau bunda nya bahagia.

Jadi bunda, jangan lupa berdekapan dengan anak-anak hari ini ya..

Bunda Tau Kamu Bisa Bantu Bunda, Nak!

Kalau pernah berarti Bunda punya harapan yang besar untuk si Kecil untuk hidup lebih mandiri, khususnya dalam situasi PSBB ini yang menjadi momen yang tepat.