Tuesday, 15 October 2019

Caraku Mengatasi Anak Tantrum

Senangnya mengikuti artikel challenge dari Cap Lang. Bisa berbagi pengalaman tentang si Kecil. Sebagai ibu baru, tentu banyak hal yang tidak banyak kita tahu cara merawat si Kecil. Bagaimana mengerti arti dari tangisannya, bagaimana menghentikan tangisannya, dan sebagainya. Yang kita tahu hanya menggendong dan memberi dekapan hangat. Dengan begitu si Kecil jauh lebih tenang dari sebelumnya. 

Dulu, saat aku melahirkan aku merasa bingung dan heran. Karena memang ini adalah kelahiran anak pertamaku. Dalam keadaan masih sangat lemas aku bertanya dalam hati, "kenapa ya, bayi baru lahir diletakkan di atas dadaku, dan aku harus memeluknya? ". Ternyata jawabannya adalah untuk mendapatkan ASI kolostrum sekaligus merasakan detak jantung seorang ibu. Dan yang lebih mengherankan bayiku baru berhenti menangis saat diletakkan di atas dadaku. Mungkin karena merasa asing dengan dunia baru. Sungguh aku takjub sekali. Seketika air mataku menetes.

Kini anakku berusia 2 tahun 4 bulan, perkembangannya sangat bagus. Dari mulai tumbuh gigi, rambut, berjalan, dan sebagainya. Hanya saja kemampuan berbicaranya lambat. Di usia 2 tahun, anakku baru mulai aktif berbicara. Ibu-ibu semua tahu 'kan, masalah yang datang dari si Kecil apa kalau telat bicara? Ya, tantrum. Adalah hal yang sangat membuatku agak panik kalau sedang di tempat umum. Karena belum bisa mengucapkan apa yang dia inginkan, tantrum adalah sikap terakhir yang si Kecil tunjukkan. 

Awalnya aku bingung bagaimana cara menenangkannya. Setelah aku banyak membaca. Aku cari ilmu, cari tahu apa penyebabnya, bagaimana mengatasinya. Dan akhirnya aku tahu. Bahwa memberi dekapan hangat dengan sangaaaat tulus, perlahan anak mulai tenang, mulai diam, mulai mengerti, dan berhenti dengan sendirinya.

Ternyata sebegitu besar pengaruh dekapan hangat terhadap si Kecil. Karena selain meningkatkan bonding. Si Kecil juga mendengarkan detak jantung ibu yang sudah didengar sesaat setelah ia lahir. 

Dan sekarang aku sudah mengerti bagaimana cara menangani anak tantrum. Harus dengan hati yang tenang, tulus, dan dekapan yang hangat. Mungkin, setiap orang tua punya caranya sendiri. Tapi inilah caraku. Cara mengatasi anak tantrum.

Bunda Tau Kamu Bisa Bantu Bunda, Nak!

Kalau pernah berarti Bunda punya harapan yang besar untuk si Kecil untuk hidup lebih mandiri, khususnya dalam situasi PSBB ini yang menjadi momen yang tepat.