Friday, 22 November 2019

6 Tips Dekapan yang Sangat Berarti bagi Buah Hati

Bunda, sebagai seseorang yang sudah dewasa, ketika mendapatkan pelukan maka kita akan merasa tenang dan terlindungi. Jika saat itu sedang menangis maka air mata yang jatuh dapat berubah menjadi ketenangan yang luar biasa. Lalu bagaimana manfaat adanya pelukan terhadap anak kita?

Dilansir melalui postingan Instagram @keluarga_caplang, saya mendapati penjelasan bahwa dengan pelukan maka kesehatan anak jadi lebih terjaga karena pelukan membantu menurunkan plasma hormon Tiroid yang menyebabkan luka sembuh dengan baik dan pelukan juga melepas hormon Oksitosin yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Baru saya sadari bahwa manfaat pelukan atau dekapan sangat berarti bagi siapa saja tidak hanya yang berusia dewasa. Ada beberapa tips berikut ini yang dapat Bunda lakukan ketika baru mengetahui manfaat dekapan ketika membaca tulisan saya. Mari kita simak, Bun:

  • Mendekap Sebelum Berangkat Sekolah

Anak saya setiap hari bersekolah dengan menaiki sepeda. Biasanya saya meluangkan waktu untuk mendekapnya, tidak dalam waktu yang lama karena terkadang sudah ditunggui oleh teman-temannya. Saya membiasakan mendekapnya sebelum berangkat sekolah agar ia bersemangat belajar di kelas. Tidak lupa saya juga menyiapkan bekal makan siang yang ditaruh di tas.

“Bunda, apapun bisa terjadi di sekolah. Semoga dengan memeluknya sebentar saja maka anak kita semakin bersemangat”

  • Mendekap Saat Bersedih Hati

Ketika pulang sekolah, saya mendapati bahwa anak saya terlihat sedih, kemudian saya mendekapnya dan berkata bahwa kita tidak perlu larut dalam kesedihan. Sedih boleh tapi sewajarnya saja. Saya menghiburnya dengan mengajaknya mengobrol tentang apa saja yang ia sukai. Senyuman manisnya pun muncul seketika.

“Ada banyak cara membuat anak kita tersenyum kembali, salah satunya dengan mendekapnya”

  • Mendekap Saat Merasa Takut

Bunda, anak-anak itu unik, mendengar sedikit cerita yang bernuansa menakutkan maka ia benar-benar percaya. Contohnya ketika anak saya mendengar cerita dari temannya mengenai hal-hal yang tidak wajar.

Ketika mengetahui alasannya mengapa menjadi takut maka saya berinisiatif untuk mendekapnya agar ia mendapatkan ketenangan sehingga tidak merasakan takut lagi.

“Tidak hanya anak-anak, yang berusia remaja dan orang dewasa pun pernah merasakan takut setelah mendengar dan membaca cerita yang tidak wajar”

  • Mendekap Saat Hati Bunda Senang

Selain saat bersedih hati dan merasakan takut, saya pun mendekap ketika anak saya mengatakan hal yang membuat hati tersentuh seperti saat ia mengatakan kasihan terhadap seorang Ibu yang disakiti oleh anaknya di tayangan televisi. Awalnya saya tidak tahu bahwa anak saya sedang serius menonton TV, karena saya dan kakaknya pun menonton TV sambil membuat olahan makanan.

Ketika itu buah hati saya terlihat sedang menangis. Saya menjadi terharu mendapati anak saya begitu baik hatinya. Tanpa sadar saya benar-benar mendekapnya. Kemudian saya mensyukuri kehadiran buah hati di keluarga kecil saya ini.

Bunda, saya tidak tahu apakah dekapan yang senantiasa saya lakukan menjadikannya berbaik hati atau anak saya yang terlalu menghayati tayangan televisi. Tapi yang jelas saya sangat menyayanginya.

“Saya dianugerahi seorang anak yang lembut hatinya, saya berharap ia menjadi anak yang tetap berbaik hati”

  • Mendekap Saat Anak Senang

Selain Bunda yang senang akan suatu hal, tentunya anak kita pun memiliki moment yang membuatnya senang. Contohnya ketika mendapatkan nilai seratus pada suatu mata pelajaran tertentu atau pencapaian lainnya. Untuk mengapresiasi prestasinya cobalah dengan mendekapnya. Dengan dekapan diharapkan agar anak kita semakin sehat dan semangat menjalani hari-hari berikutnya.

“Apresiasi sekecil apapun sangat berharga bagi si Kecil”

  • Mendekap Saat Menjelang Tidur

Bunda, menjelang tidur adalah kesempatan yang luar biasa untuk orang tua memberikan perhatian khusus kepada buah hati. Bagi yang kesehariannya bekerja sehingga hanya sedikit waktunya bersama buah hati, luangkanlah waktu untuk menemaninya menuju jam tidur.

Saya sendiri meluangkan waktu lima hingga sepuluh menit untuk mengajak anak saya membicarakan banyak hal kemudian beberapa detik untuk mendekapnya. Hal ini dilakukan agar anak saya merasa nyaman dan aman menjelang tidur.

“Saya berusaha mendekap di situasi dan kondisi yang sudah saya ceritakan agar anak saya tetap bertumbuh dengan emosional dan pola pikir yang baik”

Saya mempercayai melalui postingan Instagram @keluarga_caplang sudah banyak yang sadar akan pentingnya dekapan. Melalui tulisan ini semoga dapat bermanfaat untuk para Bunda yang baru memulai mendekap buah hati sehingga menjadikannya tetap sehat.

Mari sehat dengan dekapan!

Bunda Tau Kamu Bisa Bantu Bunda, Nak!

Kalau pernah berarti Bunda punya harapan yang besar untuk si Kecil untuk hidup lebih mandiri, khususnya dalam situasi PSBB ini yang menjadi momen yang tepat.